Aljebi akan bikin OJS sendiri, bikin sertifikasi, bahkan bila perlu kita bikin Indeksasi jurnal sendiri

Diterbitkan oleh Admin, 10 July 2015

Semangat untuk meng-Indonesikan berbagai instrumen dalam pengelolaan jurnal berkala ilmiah nampak cukup membara ketika Koordinator Aljebi (Aliansi Pengelola Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia), Dr. Aji Dedi Mulawarman, memimpin rapat koordinasi nasional di hotel Atria Malang, 27 Mei 2015. “Kita ini bangsa besar, tidak harus selalu menjadi follower saja”, ujar dosen Akuntansi Syariah di FEB UB ini.

Lebih lanjut Aji menyatakan bahwa dengan sumber daya yang dimiliki, Aljebi berpeluang untuk menciptakan berbagai instrumen yang selama ini dimonopoli asing. “Ke depan, Aljebi akan bikin OJS (open journal system, red.) sendiri, bikin sertifikasi traniner OJS, bahkan bila perlu kita akan bikin indeksasi jurnal sendiri”, kata Aji penuh semangat.

Selama tiga hari, mulai tanggal 27 hingga 29 Mei 2015, Aljebi menyelenggarakan Pelatihan Open Journal System Nasional yang dihadiri oleh para pengelola jurnal ekonomi dan bisnis dari seluruh nusantara. Acara ini menggandeng trainer dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang telah menginisiasi pengembangan OJS berbahasa Indonesia.

OJS adalah sebuah keniscayaan dalam pengelolaan jurnal. Peraturan dirjen Dikti Nomor 1 tahun 2014 tentang akreditasi jurnal nasional menyatakan bahwa akreditasi jurnal nasional mulai tahun 2016 akan berbasis OJS, tidak lagi menggunakan versi cetak. “Kita tidak punya opsi lagi, harus mengelola jurnal berbasis OJS jika ingin jurnal kita nanti terakreditasi dikti”, imbuh Ari Kamayanti, pengelola jurnal Akuntansi Multi Paradigma (JAMAL).

Ketika jurnal telah dikelola berbasis OJS, maka seluruh artikel yang akan dimuat di jurnal tersebut harus ditulis dengan menggunakan software sitasi. “Dikti menyebut merk Mendeley, Zotero, EndNote, dan RefWork yang dapat digunakan untuk menulis naskah akademik. Oleh karena itu, pada akhir bulan September nanti kita akan menyelenggarakan workshop sitasi dengan menggunakan Mendeley dan EndNote”, jelas Arika (panggilan Ari Kamayanti).