Berikut abstrak artikel. Mohon kontak jamal.feub@gmail.com untuk info lebih lanjut.

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran para aktor penyusun laporan keuangan dan pengampu aset dalam pertunjukan penyajian angka aset tetap di neraca. Peran aktor penyusun laporan keuangan dan pengampu aset menjadi bagian utama dalam berbagai cerita. Dramaturgi digunakan sebagai metode untuk menganalisis peran, ditambah dengan analisis impression management dari John dan Pittman Taxonomy. Telaah dilakukan di panggung depan. Pada beberapa adegan, aktor akan melakukan intimidation saat memaksa aktor lain menyuguhkan data aset secara instan. Di saat lain, ingratiation dilakukan untuk menutupi kelemahan saat pengurus barang dipersepsikan lalai. Peran self promotion dilakukan oleh PPK SKPD saat ingin menunjukan bahwa ia telah bekerja keras menyusun neraca dan menolak menanggung kesalahan ketika neraca yang menyajikan data aset bermasalah. Teknik impression management digunakan seluruhnya oleh aktor untuk menunjukan citra diri yang diinginkan, pada saat tertentu dan pada kondisi tertentu. Peran yang dimainkan oleh aktor memunculkan fenomena bahwa aset tetap yang disajikan di neraca bersandar pada kondisi ketidakpahaman, ketergantungan, serta ketidakpercayaan antar aktor. Penyajian angka aset tetap di neraca mempertontonkan serangkaian proses yang diwarnai dengan konflik sebagaimana dapat dilihat di sepanjang pertunjukan.